Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Anak

3072_membangun_kepercayaan_diri_anak

Semua orang pasti pernah mengalami yang namanya tidak percaya diri di situasi tertentu. Sebenarnya sangat banyak hal yang menyebabkan hilangnya rasa percaya diri itu. Mungkin karena di masa kecil, tidak dibiasakan berhadapan dengan orang banyak dan bisa juga karena orang tuanya yang juga memiliki rasa percaya diri kurang atau masalah-masalah kekuarga yang mengharuskan si anak mengalaminya. Dan masih banyak lagi. Untuk itu, pentingnya menanamkan rasa persaya diri sedari dini  untuk bekal buah hatinya mengarungi kehidupan di masa mendatangnya. Orang tua harus tahu apa saja yang seharusnya dilakukan untuk membangun rasa percaya diri pada anak.

Berikut ini ada beberapa tips yang semoga bermanfaat untuk Orang tua atau calon orang tua yang menginginkan anaknya mempunyai rasa percaya diri:

1.Berikan pujian pada anak.

Apapun hasil yang telah dicapai oleh si anak, orang tua harus mengapresiasi. Salah satu wujud apresiasinya bisa berupa memujinya. Karena dengan menuji, anak tidak merasa minder dengan apa yang telah ia raih. Justru itu menjadi semangatnya untuk lebih produktif.

2.Berani kotor itu baik.

Hal yang wajar sebagai orang tua untuk menjaga anak agar tidak berkotor-kotoran, tidak terluka dan tidak melakukan kesalahan. Namun, perlu dipahami orang tua, bahwa hal itu semua adalah hal yang wajar. Menurut Penulis buku Raising Resilient Children, Robert Brooks, Phd mengatakan dalam bukunya, anak akan belajar sukses ketika mampu menundukkan rintangan. Sebagai orang tau, yang harus dilakukan dengan melarangnya pada kegiatan yang terlalu bersiko pada anak.

3.Eksplorasi Bakat dan hobi anak.

Setiap anak sudah diberikan kecenderungan akan suatu hal, itu yang membuat setiap manusia itu unik. Orang tua sebaiknya jeli melihat bakat yang anak miliki untuk selanjutnya diarahkan agar potensi yang ada dalam diri si anak tidak sia-sia. Jika anak kurang bisa bergaul dan bersosialisasi dengan teman-temannya, hobi yang unik bisa menjadi solusinya. Dengan begitu si anak akan mampu menarik teman-teman baru dengan hobi yang unik itu.

4.Berkumpul dengan orang dewasa

Tidak ada salahnya sesekali membiarkan anaknya untuk bermain dengan orang yang lebih tua atau orang dewasa. Dengan memberikan kesempatan pada si anak akan menambah cakrawala berfikir anak dengan sudut pandang orang lain. Saya tidak menyarankan anak anda untuk bergaul dengan sembarangan orang sampai-sampai orang yang berperangai kurang bagus.Sebuah penelitian membuktikan bahwa seorang anak yang dekat dengan orang dewasa, entah itu babysitter atau guru atau pamannya lebih ulet dalam mengarungi kehidupan.

 

5.Ajak anak menyelesaikan masalahnya.

Orang tua seringkali tidak perduli dengan masalah yang dialami anak, namun ada juga yang peduli tapi masih salah penyikapannya terhadap si anak. Penyikapan yang tepat akan membuat si anak memperoleh pengalaman dari masalah yang ada, dan itu berpengaruh pada rasa percaya diri anak.

Berikan dia jalan baagaimana ia mensikap masalah yang di alaminya. Contoh, ketika anak sedang berkeluh kesah tentang mainannya yang direbut oleh temannya, tanyakan kepada anak cara apa yang bisa ia lakukan untuk mendapatkan mainannya kembali. Jawaban anak kemungkinan besar adalah merebut paksa mainan tersebut. Nah, lalu Anda menanyakan, “Adik bisa nggak mendapat mainan tadi tanpa berantem?”.

Rasa percaya diri sangat pentinga untuk masa depannya, untuk sekatang anak tidak menyadari, tapi pada saat ia telah beranjak dewasa baru terasa manfaatnya.

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s